Assalamualaikum Wr.Wb.
ya,sekarang ane akan post tentang KIRI NO SHINOBIGATANA,,ya bisa langsung di baca aja gan :v
jangan lupa Add fb ane ya >>>https://www.facebook.com/rio324,,nanti agan bisa chat dan request tentang apa yang agan ingin tahu.
PENJELASAN TENTANG KIRI NO SHINOBIGATANA
(Tentang anggota dan pergantiannya dari generasi ke generasi)
Sampai akhir manga kita cuma diperlihatkan dua generasi Shinobigatana,
yaitu generasinya Zabuza, dan satu generasi pendahulunya. Kemungkinan
ada juga generasi-generasi lain sebelum mereka, tapi satu yang pasti, di
dalam tubuh Shinobigatana, pergantian anggota bisa berlangsung kapan
saja, tanpa harus menunggu lengkap satu "generasi".
Sepertinya hanya
ada satu aturan baku untuk pensiun dalam organisasi ini, yaitu
kematian. Sama seperti Akatsuki, seorang anggota Shinobigatana hanya
bisa digantikan bila dia meninggal. Namun sebaliknya, berbeda dari
Akatsuki, sepertinya saling bunuh antar anggota, dan aturan "I killed
you, so I'll take your place" tidak berlaku dalam sistem keanggotaan
Shinobigatana, secara ini adalah organisasi resmi dari Kirigakure.
Saling bunuh antar anggota, atau merebut pedang secara paksa bagi
non-anggota dapat dicap sebagai makar, dan tentu akan menjadikan
pelakunya sebagai buronan atau pengkhianat (kecuali dalam kasus Kisame,
dimana dia memang mendapat perintah langsung dari Yagura untuk membunuh
Suikazan Fuguki).
Yang menarik adalah cara penentuan kandidat
pengganti seorang Shinobigatana. Di era Yagura, para lulusan "Bloody
Mist" akan secara otomatis menjadi kandidat paling kuat untuk menjadi
seorang Shinobigatana, namun masih sebatas kandidat, belum pasti. Kenapa
dibilang belum pasti? Soalnya, tujuh pedang Shinobigatana ini semuanya
unik-unik, punya karakteristik dan kriteria yang berbeda satu sama lain,
jadi kalo dipakai orang sembarangan, bukannya jadi senjata mematikan
malah akan jadi senjata makan tuan. Jadi meskipun semisal ada salah satu
dari tujuh pedang yang kosong tanpa pemilik, kalau para "kandidat"
Shinobigatana tidak ada yang cukup mampu untuk menggunakan pedang
tersebut secara efisien, ya pedang itu dibiarin kosong sampai nanti ada
kandidat yang sesuai.
Contohnya, kebetulan Samehada sedang
lowong, dan seperti kita tahu, dibutuhkan orang dengan chakra monster
untuk bisa menggunakannya dengan baik. Lalu beberapa kandidat yang
berhasil bertahan dalam "Bloody Mist" diseleksi lagi, ternyata tidak ada
satupun yang punya chakra cukup besar untuk menggunakan Samehada, ya
udah, Samehada dibiarkan lowong sampai nanti ada lulusan "Bloody Mist"
yang memenuhi kriteria sebagai pemiliknya.
--- Istilahnya, pedang-pedang itulah yang memilih pemilik, bukan sebaliknya.
Itu kalau di era Yagura, dimana kandidat-kandidat Shinobigatana baru
sudah tersedia lewat ritual kelulusan "Bloody Mist". Sementara di era
sebelum Yagura, sepertinya sistem yang dipakai adalah sistem pewaris,
dimana para pemilik pedang sudah memilih kandidat masing-masing
(kemungkinan besar murid) yang akan menggantikan mereka ketika mereka
tewas. Kenapa begitu? Ya karena seperti yang aku bilang di atas,
pedang-pedang ini punya keunikan masing-masing, dan yang paling paham
keunikan tersebut tentunya ya si pemilik pedang itu sendiri. Dengan
begitu, dia akan mampu melihat orang seperti apa yang sekiranya bisa
menguasai pedang tersebut sebaik dirinya, lalu mengangkatnya sebagai
murid/pewaris. Itu kalau ketemu, kalau misal tidak ketemu orang yang pas
buat dijadiin murid? Ya sama seperti di atas, bila sang pemilik pedang
tewas, pedangnya akan dibiarkan lowong sampe nanti ada Shinobi yang
mampu menggunakannya.
Di era Terumi Mei, sepertinya sistem yang
dipake adalah gabungan "Mizukage's choice" dan sistem pewaris. Secara,
ritual "Bloody Mist" sudah tidak ada pasca era Zabuza, jadi Mizukage
berperan sebagai "scout" yang mengamati Chuunin-Jounin berbakat untuk
kemudian diseleksi sebagai pemilik Hiramekarei (secara cuma itu doang
pedang yang tersisa di Kirigakure), dan hasilnya adalah Chojuro, yang
kemudian dilatih dibawah bimbingan Mei sendiri. Dan mungkin pasca jadi
Rokudaime Mizukage, Chojuro juga melakukan hal serupa.
------
Soal Mangetsu, dia dikatakan memiliki kemampuan menggunakan ketujuh
pedang. Itu bukan berarti dia pernah memiliki ketujuh-tujuhnya, hanya
mungkin ketika "seleksi" menjadi anggota Shinobigatana, dia satu-satunya
kandidat yang "kompatibel" dengan semua pedang. Pertanyaannya, pedang
yang mana yang dia pilih? Pas pertempuran lawan regunya Kakashi,
seingatku cuma dia sama Suikazan yang tidak bawa pedang. Sementara dari
ketujuh pedang, yang tidak ada waktu itu cuma Samehada (di Kira-Bee)
sama Hiramekarei (di Chojuro). Suikazan adalah pemilik Samehada sebelum
Kisame, jadi kemungkinan besar Mangetsu adalah pemilik Hiramekarei
sebelum Chojuro.
------
** Provenance, the history of ownership of the seven swords:
- Fuguki Suikazan (Samehada), salah satu yang selamat dari pertempuran
melawan Maito Dai. Tewas dibunuh Kisame atas perintah Yagura, digantikan
sendiri oleh Kisame yang akhirnya juga memberontak pada Kirigakure.
- Kisame Hoshigaki (Samehada), tewas bunuh diri setelah tertangkap di Shimagame. Samehada jatuh ke tangan Killer Bee.
- Juzo Biwa (Kubikiribocho), kemungkinan tewas dalam pertempuran
menghadapi Maito Dai. Pedangnya dibiarkan tanpa pemilik hingga era
Zabuza Momochi.
- Zabuza Momochi (Kubikiribocho), tewas dalam
pertempuran di jembatan Naruto. Kubikiribocho dijadikan batu nisan
makamnya, sebelum akhirnya diambil oleh Suigetsu Hozuki, dan jatuh ke
tangan Kabuto.
- Raiga Kurosuki (Kiba), yang ini agak rancu. Dia
tewas bunuh diri pasca pertempuran di Kawa no Kuni (filler anime).
Kemungkinan, pasca dia tewas, Kiba direbut kembali oleh Kirigakure dan
akhirnya digunakan oleh Ameyuri Ringo. Kalo bener seperti itu, berarti
Ringo salah satu member resmi Shinobigatana terakhir (sekaligus termuda)
selain Chojuro.
- Ameyuri Ringo (Kiba), seingatku tewas karena penyakit, maaf kalo salah. Kiba akhirnya jatuh ke tangan Kabuto.
- Kushimaru Kuriarare (Nuibari), salah satu yang selamat dalam
pertempuran melawan Maito Dai. Kemungkinan tewas dalam PDS ke 3 (secara
perang ini adalah masa konflik terakhir sebelum era Naruto), entah
bagaimana. Pedangnya, Nuibari akhirnya jatuh ke tangan Kabuto.
-
Member tak dikenal (Shibuki), kemungkinan tewas dalam pertempuran
melawan Maito Dai. Pedangnya dibiarkan lowong sampe akhirnya digunakan
oleh Jinpachi Munashi.
- Jinpachi Munashi (Shibuki), sama seperti
Kuriarare, dia kemungkinan tewas dalam PDS ke 3. Shibuki akhirnya juga
jatuh ke tangan Kabuto.
- Jinin Akebino (Kabutowari), salah satu
yang selamat dalam pertempuran menghadapi Maito Dai. Mungkin juga tewas
di PDS ke 3, Kabutowari akhirnya jatuh ke tangan Kabuto.
-
Member tak dikenal (Hiramekarei), kemungkinan tewas dalam pertempuran
melawan Maito Dai. Hiramekarei dibiarkan lowong sampe (kemungkinan) era
Mangetsu Hozuki.
- Mangetsu Hozuki (Hiramekarei, maybe?), sang
Second Demon of the Mist. Satu-satunya anggota yang dikatakan mampu
menggunakan ketujuh pedang dengan baik (namun kemungkinan memilih
Hiramekarei sebagai senjatanya). Tewas di usia muda dalam sebuah misi.
Hiramekarei kembali ke tangan Kirigakure dan diwariskan kepada Chojuro.
- Chojuro (Hiramekarei), bodyguard Mizukage, dan akhirnya jadi
Rokudaime. Satu-satunya member aktif dan resmi sampe akhir manga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar